PONTIANAK – Borneo Heritage Forum kembali menggelar kegiatan ilmiah yang sarat makna dengan tema “Evaluasi Program Pembinaan Keagamaan di LPKA Sungai Raya Dalam Kalimantan Barat”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis pagi (22/01/2025). Kegiatan ilmiah ini dihadiri oleh sejumlah akademisi dari berbagai fakultas di lingkungan IAIN Pontianak.

Forum dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Dr. Yusriadi, M.A., yang dipandu Moderator oleh Arief Adi Purwoko, S.Fil., M.Sc, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang refleksi sekaligus evaluasi terhadap program pembinaan keagamaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Sungai Raya Dalam. “Forum ini diharapkan mampu menghasilkan ide-ide konstruktif dan konkret dalam mendukung peningkatan mutu pembinaan spiritual di lembaga pembinaan anak, serta memberi dampak akademik yang nyata bagi pengembangan keilmuan dakwah dan komunikasi Islam,” ujar Dr. Yusriadi dalam sambutannya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Adab, serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Kehadiran lintas fakultas ini menunjukkan semangat kolaborasi antar-disiplin ilmu dalam membangun sinergi keilmuan untuk memperkuat pendekatan dakwah, pendidikan, dan psikologi pembinaan anak di LPKA.

Adapun yang menjadi penyaji utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Suhrawardi, M.Si., seorang akademisi dan peneliti bidang manajemen dan dakwah sosial yang dikenal aktif dalam penelitian dan pendampingan lembaga rehabilitasi keagamaan. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan program pembinaan keagamaan tidak hanya diukur dari kegiatan keagamaan rutin, tetapi juga dari perubahan sikap, karakter, dan kepribadian anak binaan setelah menjalani pembinaan.
Menutup forum, Dr. Yusriadi, M.A. memberikan apresiasi yang tinggi terhadap diskusi yang berkembang selama kegiatan berlangsung. Beliau menegaskan harapannya agar forum ini tidak berhenti pada tataran diskusi semata, melainkan menghasilkan output konkret berupa minimal lima proposal dan artikel penelitian yang dapat menjadi bagian dari kontribusi akademik fakultas dalam mendukung akreditasi Program Studi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.
Dengan semangat kolaboratif dan semangat keilmuan yang tinggi, kegiatan Borneo Heritage Forum tahun ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga ruang strategis untuk melahirkan inovasi akademik dalam pembinaan keagamaan di lembaga sosial dan pendidikan keagamaan di Kalimantan Barat.








Leave a Reply