Suasana sesi tatap muka Sekolah Jurnalistik Suara Kalbar Institute (Gambar: midpoint.media/Luky)

Pontianak, midpoint.media – Suara Kalbar Institute mengadakan Sekolah Jurnalistik tahun 2026 yang diadakan selama dua hari mulai tanggal 16 hingga 17 Mei 2026. Sekolah Jurnalistik tersebut dilaksanakan di dua tempat yang berbeda, hari pertama dilaksanakan melalui virtual meeting dan hari kedua dilaksanakan di ruang kelas Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Pontianak.

Kegiatan sekolah jurnalistik ini dilaksanakan dalam rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 dengan mengusung tema “Membangun Jurnalis Muda yang Kritis, Kreatif dan Berintegritas,” serta subtema “Jurnalisme Digital di Era Informasi Cepat”.

Sekolah Jurnalistik ini membuka pendaftaran bagi mahasiswa se-Kalimantan Barat. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kampus, seperti Universitas Tanjungpura, IAIN Pontianak, Universitas PGRI Pontianak, dan UNU Kalbar.

Sekolah Jurnalistik ini pertama kali digelar pada 2026 oleh Suara Kalbar Institute dengan menghadirkan narasumber yang membahas berbagai materi, mulai dari dasar jurnalistik, regulasi, etika penggunaan AI, hingga pemanfaatan SEO dalam penulisan berita. Pemateri terdiri dari tim redaksi suarakalbar.com, wartawan senior, serta Komisioner KPID Provinsi Kalimantan Barat. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga mencakup praktik langsung. Peserta yang dibagi dalam kelompok diarahkan turun ke lapangan untuk menyusun berita sederhana sesuai unsur-unsur berita.

Direktur Suara Kalbar Institute, Kundori, menyebut bahwa tujuan dari diselenggarakannya sekolah jurnalistik ini karena adanya fenomena menurunnya minat jurnalistik di kalangan mahasiswa yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti disrupsi media.

“Tujuannya adalah selama ini minat jurnalistik di kalangan mahasiswa mungkin sudah berkurang, tetapi kita tetap melakukan pelatihan-pelatihan agar jurnalisme tidak hilang ke depannya dan dapat terus dipertahankan di tengah fenomena digitalisasi yang cukup kencang saat ini hingga perlu kader jurnalis muda untuk mendalami jurnalistik,” ujar Kundori.

Kundori juga menjelaskan bahwa peserta dari sekolah jurnalistik ini tidak hanya berasal dari bidang studi yang berkaitan dengan ilmu komunikasi, tetapi juga berasal dari bidang studi apapun agar peserta bisa memahami hal-hal yang berkaitan dengan jurnalistik.

Sementara itu, Sasya, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling dari Universitas PGRI Pontianak, mengaku tertarik pada jurnalistik karena memungkinkan dirinya bersosialisasi dengan berbagai kalangan.

“Awalnya saya tidak punya jalur formal untuk mengenal jurnalistik, hanya bermodal minat karena suka bersosialisasi dengan berbagai kalangan. Lewat sekolah jurnalistik ini, saya bisa mengasah komunikasi dan mempelajari hal-hal baru, seperti etika jurnalistik yang sebelumnya belum saya dapatkan,” ungkap Sasya.

Sekolah Jurnalistik ini menjadi langkah awal untuk mencetak jurnalis muda yang kritis, kreatif, serta berintegritas untuk siap menghadapi tantangan era digital. Suara Kalbar Institute juga berkomitmen menjadikan program ini berkelanjutan demi menjaga eksistensi jurnalisme di kalangan generasi muda.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *