PONTIANAK – Rangkaian Borneo Heritage Forum yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XII berlanjut pada sesi kedua yang digelar pada Kamis pagi (05/02/2026) bertempat di Aula Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII.
Sesi ini menghadirkan Bapak Adiansyah, M.Pd.I., Dosen Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak, yang juga menjabat sebagai Ketua Penjaminan Mutu Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Pontianak, sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Adiansyah menyampaikan materi berjudul “Nilai-Nilai Dakwah pada Salam Budaya Dayak Kalimantan (Adil Ka’talino, Bacuramin Ka’saruga, Basengat Ka’Jubata)”. Ia menegaskan bahwa salam budaya Dayak Kalimantan tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan adat, tetapi mengandung nilai filosofis, etika sosial, serta pesan dakwah universal yang relevan dengan kehidupan masyarakat multikultural.

Adiansyah menjelaskan bahwa Adil Ka’talino merepresentasikan prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam memperlakukan sesama tanpa diskriminasi. Bacuramin Ka’saruga dimaknai sebagai ajakan untuk senantiasa bercermin pada nilai-nilai kebaikan dan menjadikan orientasi hidup menuju kebajikan. Sementara itu, Basengat Ka’Jubata menegaskan keyakinan bahwa kehidupan bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga setiap perilaku manusia harus dilandasi kesadaran spiritual.
“Salam budaya Dayak mengajarkan nilai dakwah yang kontekstual dan membumi, karena disampaikan melalui kearifan lokal yang telah hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat secara turun-temurun,” ujar Adiansyah di hadapan peserta forum.
Menurutnya, pendekatan dakwah berbasis budaya lokal memiliki peran strategis dalam membangun dialog, toleransi, dan harmoni sosial, khususnya di Kalimantan Barat yang dikenal dengan keberagaman etnis, budaya, dan agama. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi media dakwah yang inklusif sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Sesi kedua Borneo Heritage Forum ini mendapat perhatian dan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari kalangan akademisi lintas fakultas di IAIN Pontianak. Diskusi yang berlangsung setelah pemaparan menunjukkan ketertarikan peserta dalam menggali lebih dalam relasi antara budaya lokal Dayak dan nilai-nilai keislaman dalam konteks dakwah kontemporer.
Melalui materi nilai Dakwah dalam salam budaya Dayak kalimantan, diharapkan Borneo Heritage Forum tidak hanya menyoroti aspek arkeologi dan sejarah budaya, tetapi juga menegaskan pentingnya kearifan lokal sebagai sarana penyampaian nilai-nilai dakwah dan pembentukan karakter masyarakat yang berkeadaban.








Leave a Reply