
Ilustrasi plastik (sumber: unsplash.com/Teslariu Mihai
PONTIANAK, midpoint.media – Sejumlah UMKM di Kota Pontianak mengeluhkan kenaikan harga plastik di pasaran, plastik yang menjadi bahan utama untuk mengemas barang dagangan menjadi barang yang cukup penting dalam setiap penjualan.
Beberapa media menyebutkan penyebab dari kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini diduga akibat konflik besar yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Seperti terpantau dalam pergerakan berita di media lokal, sudah banyak pelaku UMKM yang tampak tertekan dengan kenaikan harga tersebut. Tak hanya plastik, bahan pokok utama untuk memproduksi barang dagangan juga mengalami kenaikan.
Kenaikan harga bahan ini juga dirasakan langsung oleh salah seorang pemilik UMKM di Kota Pontianak, Ully. Dalam wawancara, ia mengaku perlahan telah menaikkan beberapa barang dagangan.
“Sejak Senin tanggal 13 April, saya sudah mulai menaikkan harga penjualan. Untuk menaikkan harga tentunya saya tetap menyesuaikan dengan perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan), kenaikan harga mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 5.000 untuk beberapa produk,” Ujarnya ketika diwawancarai pada Rabu (15/04/2026)
Lebih lanjut, pemilik UMKM yang menjual berbagai produk olahan frozen food tersebut menyampaikan ragam kenaikan bahan produksi. Seperti misalnya wadah kemasan makanan PP5 (Thinwall) yang merupakan kotak plastik tebal berdinding tipis mengalami kenaikan harga hingga Rp 10.000.
“Kalau untuk plastik packaging, yang awalnya thinwall itu Rp 28.000 sekarang jadi Rp 31.000 sampai Rp 38.000 tergantung dengan merk juga dan bahkan untuk ukuran tertentu stok-nya sedikit,” Ungkap Ully.
Selain bahan plastik yang digunakan untuk mengemas produk, bahan pokok untuk membuat produk seperti cabai, bawang, dan minyak goreng juga mengalami kenaikan.
“Cabai dan bawang saat ini posisinya bertahan di harga menjelang lebaran, biasanya harga mengalami kenaikan pada saat menjelang lebaran saja dan turun ketika setelah lebaran. Terus untuk harga minyak goreng yang awalnya Rp 48.000 untuk ukuran 2 Liter, sekarang naik jadi Rp 56.000,” Pungkas Ully menjelaskan keresahannya.
Sementara itu, toko penjualan bahan baku produksi juga merespons terkait dengan kenaikan harga tersebut. Salah satu penyuplai produk kemasan plastik di Jalan Gusti Hamzah, Kota Pontianak membenarkan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap bahkan sudah dimulai sejak sebelum lebaran.
“Hampir semua jenis plastik naik, mulai dari sendok, cup, sampai kantong kresek,” Ujar Hendra (supervisor toko), dikutip dari laman spektroom.co.id.
Merespons hal ini, pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Perdagangan tengah menyiapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk menjaga stabilitas bahan baku plastik.
Untuk langkah jangka pendek, pemerintah membuka pasokan alternatif dari sejumlah wilayah yang relatif stabil seperti Afrika, India, dan Amerika.
“Langkah ini diambil agar pasokan bahan baku tetap terjaga sehingga tidak menimbulkan gejolak harga yang terlalu besar bagi pelaku usaha,” Ujar Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dalam keterangannya pada Jumat (10/04/2026) dikutip dari laman pontianakpost.jawapost.com.