MEMPAWAH – Pemerintah Desa Antibar menggelar acara pembukaan dan penyambutan bagi mahasiswa KKL dari IAIN Pontianak dan mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Pontianak di Halaman Kantor Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, pada Jumat malam (24/07/2026).
Acara penyambutan ini disenggelarakan sebagai langkah awal untuk memperkuat koordinasi, membangun komunikasi yang harmonis, serta mempererat tali silaturahmi antara masyarakat setempat dengan para mahasiswa yang datang mengabdi dari Kota Pontianak.
Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Kepala Desa Antibar, jajaran perangkat desa, Ketua Badan Permusyawartan Desa (BPD) Antibar, Kepala Sekolah SMKN 1 Mempawah Timur, serta kepala sekolah tingkat PAUD hingga SMP se-Desa Antibar.
Rangkaian Acara diawali dengan sesi perkenalan dari tiga kelompok mahasiswa yang akan mengabdi di Desa Antibar, ketiga kelompok tersebut antara lain kelompok KKL Antibar 1 dari IAIN Pontianak berjumlah 15 orang, Kelompok KKL Antibar 2 dari IAIN Pontianak berjumlah 15 orang, dan Kelompok KKN 06 Desa Antibar dari Universitas Muhammadiyah Pontianak berjumlah 10 orang.

Suasana keakraban kian terasa saat acaea dilanjutkan dengan penyampaian sambutan secara berurutan, dimulai dari Kepala SMKN 1 Mempawah Timur, Ketua BPD Antibar, hingga sambutan utama dari Kepala Desa Antibar.
Kepala Desa Antibar, Julkarnaidi, menyambut positif kehadiran para mahasiswa dari dua perguruan tinggi ternama di Kalimantan Barat tersebut. Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN menghadirkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan.
“Kami masyarakat Antibar menyambut baik dengan program ini, bahkan berharap kedepannya juga terjalin kerja sama dengan Perguruan Tinggi lain yang ada di Kalimantan Barat. Menurut kami juga ini merupakan program yang simbiosis mutualisme karena saling menguntungkan antara pihak masyarakat desa dan mahasiswa,” ujar Julkarnaidi.
Ia juga menegaskan komitmen penuh Pemerintah Desa Antibar dalam mendukung berbagai rencana program kerja yang akan dijalankan oleh mahasiswa selama masa pengabdian berlangsung.
“Pada dasarnya kita sangat mendukung berbagai program mahasiswa, karena selama ini di Desa Antibar juga banyak kegiatan berbentuk pembinaan dan pemberdayaan. Kedepannya juga kami berharap bisa terjalin kolaborasi yang bisa membuat suatu perubahan,” pungkasnya.
